apa itu islam

MUNGKIN INI RAMADHAN YANG TERAKHIR

MUNGKIN INI RAMADHAN YANG TERAKHIR

 

Tidak dipungkiri bahwa kehidupan manusia di dunia ini ada batasannya. Dunia bukanlah tempat yang dijadikan untuk hidup abadi. Manusia yang hidup di dunia, selayaknya seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan. Pada titik tertentu, ia akan sampai di tempat dimana ia menuju.

Itulah kematian, yang merupakan fase menuju kehidupan selanjutnya. Yang datangnya tanpa permisi, serta mengetuk pintu siapa saja, tak peduli besar ataupun kecil, tua ataupun muda, kaya ataupun miskin. Ketika ajal sudah ditentukan, maka ia tidak akan bisa dimundurkan barang sedetik pun.

 

Allah berfirman :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُون

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya,” (QS Al-A’raf: 34)

Jika ini Ramadhan yang terakhir….

Saudaraku, siapa yang bisa memastikan kita bisa hidup untuk waktu yang lama, untuk bertahun-tahun ke depan?. Siapa yang bisa memastikan kita bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan di waktu yang akan datang ?. Kita tahu bahwa bisa saja ajal mendatangi kita di bulan Ramadhan tahun ini. Tidak ada yang bisa menghalangi kematian jika Allah telah menentukan ajal untuk kita.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Dan jika kita jujur membaca ayat ini, maka tentu kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki Ramadhan kita.

Jika ini Ramadhan yang terakhir…

Saudaraku, tidaklah Allah memberikan suatu perintah bagi kita, melainkan pastilah berisi kebaikan. Karena itu, Allah meminta kepada kita untuk terus berbuat kebaikan, bahkan berlomba-lomba di dalamnya. Allah berfirman :

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Berlomba-lombalah kalian di dalam kebaikan,” (QS Al-Baqarah : 148)

Jika di bulan-bulan yang lain kita diminta untuk berlomba di dalam kebaikan, maka apalagi di bulan suci Ramadhan. Bulan dimana pahala kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka apalagi yang menghalangi kita untuk mengerjakan kebaikan?

Jika ini Ramadhan yang terakhir…..

Saudaraku, kita tahu bahwa kebaikan yang kita lakukan sekecil apapun, maka itu tetaplah bernilai sebagai sebuah kebaikan. Pahala dari kebaikan sekecil apapun, akan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di hari akhirat kelak. Semakin berat timbangan kebaikan yang dimiliki seorang hamba, maka berarti ia akan mendapatkan kehidupan yang penuh dengan keridha-an. Allah berfirman:

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (7)

“Adapun orang yang berat timbangan kebaikannya, maka ia akan mendapatkan kehidupan yang diridhai,” (QS Al-Qariah: 6-7)

Siapa yang bisa menjamin kita bisa beramal untuk bulan Ramadhan di tahun yang akan datang?. Karena itulah kita manfaatkan bulan Ramadhan tahun ini, yang bisa jadi merupakan bulan Ramadhan terakhir yang kita temui, guna menumpuk pundi-pundi kebaikan untuk kita sendiri.

Jika ini Ramadhan yang terakhir….

Saudaraku, jangan pernah lupa akan kekuatan doa. Allah memerintahkan kita untuk terus menyeru kepada-Nya dan menjadikan doa sebagai sebuah peribadahan. Karena itulah jangan bosan kita berdoa kepada Allah, agar kita dijadikan orang-orang yang diberi pertolongan dalam berbuat kebaikan, terutama di bulan yang mulia ini.

اللّٰهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah berilah aku pertolongan untuk bisa selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu.” (HR Abu Dawud, An-Nasai dan Ahmad)

Dan jika ini memang Ramadhan terakhir untuk kita, maka kita berdoa agar Allah menjadikannya lebih baik dibandingkan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Allahumma Aamiiin…..

Judul : Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Penulis : Tata Abdul Ghoni, Lc.

Editor : Aziz Rahman, Lc.

Muroja’ah : M. Toharo, Lc.

Penanggung Jawab : Gayyats Abdul Baqi

Setting & Layout : Radio Kita & Ailatv Cirebon Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *