apa itu islam

Allah Mencintai Orang – Orang yang Sabar

Allah Mencintai Orang – Orang yang Sabar

Oleh: Fariq Gasim Anuz

Sayyidina Bilal radhiallahu anhu tidak diberi makan dan minum sehari semalam oleh tuannya. Keesokan harinya Beliau dibawa ke padang pasir ditengah panasnya matahari yang menyengat. Bilal diikat dan ditidurkan diatas pasir panas lalu dadanya dibebani dengan batu besar yang panas pula. Cambuk dan pukulan pun dilayangkan kepadanya sebelum itu.

Umayyah bin Khalaf mengultimatum agar Bilal meninggalkan Islam dan kembali menyembah Lata dan Uzza serta berhala-berhala lainnya. Bilal tetap istqamah dan mengeluarkan kata “Ahad, Ahad” menyebut Allah yang Esa tidak ada sekutu bagi Nya. Umayyah bertambah jengkel dan terus menyiksa Bilal dengan keji.

Sifat orang yang beriman tidak lemah ketika menghadapi bencana.
Allah berfirman yang artinya,

” Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.

Dan Tidak lain ucapan mereka hanyalah doa : “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.

“Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS.Ali Imran: 146-148)

Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu anhu saat itu berjalan melihat apa yang dilakukan oleh Umayyah terhadap Bilal. Beliau menegur, “Tidakkah kamu takut kepada Allah atas perbuatanmu kepada orang yang lemah ini?! Sampai kapan kamu berbuat seperti ini??”

Umayyah menjawab, “Kamu yang telah merusak dia! Kalau kamu mau, coba selamatkan dia!”

Abu Bakar menjawab, “Ya, akan saya lakukan. Saya memiliki budak yang lebih kuat dan lebih tahan dari Bilal. Budak saya ini agamanya sama dengan agamamu. Ambillah dia dan Bilal untuk saya.”

Umayyah setuju dengan usulan Abu Bakar, ditukarnya Bilal dengan budak Abu Bakar. Bilal pun dimerdekakan oleh Abu Bakar.

Dalam riwayat lain, Abu Bakar membeli Bilal dengan harga lima uqiyah emas (sekitar 150 gram emas).

Umayyah mengatakan kepada Abu Bakar, “Kalau kamu menawar sampai satu uqiyah (sekitar 30 gram emas) pun akan saya lepas!” Umayyah ingin membuat Abu Bakar menyesal telah membeli Bilal dengan harga yang mahal.

Abu bakar membalas, “Kalau kamu minta seratus uqiyah (3kg emas) pun akan saya beli!” Jawaban Abu Bakar malah membuat Umayyah menyesal telah melepas Bilal dengan harga yang murah. Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar Ash Shiddiq. Radhiallahu anishshahabati ajmain (Semoga Allah meridhai para sahabat semuanya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *