apa itu islam

Makar Musuh Islam 



Oleh: Ustadz Fariq Gasim Anuz 
Dari Abdullah bin Umar radhiallah anhu , beliau berkata, “Pada saat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sedang berada di halaman Ka’bah, lalu Uqbah bin Abi Mu’aith datang mencengkeram pundak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan melilitkan kain di leher Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Uqbah mencekik Rasulullah dengan kuat. Lalu datanglah Abu Bakar, dia mencengkeram pundak Uqbah dan menyingkirkannya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian Abu Bakar menyebutkan (firman Allah),
“…apakah kalian akan membunuh seseorang karena dia berkata, ‘Rabbku adalah Allah’, padahal sungguh, dia telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata dari Rabb kalian?…” (QS. Ghaafir 28)
(Dinukil dari buku “Sahabat-Sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam” Juz Pertama, halaman 132-133)
Pertanyaan ini telah diucapkan seseorang yang hidup di zaman Nabi Musa Alaihis Salam ketika Fir’aun menyuruh tentara-tentaranya untuk membunuh Nabi Musa Alaihis Salam. Seseorang dari keluarga Fir’aun yang menyembunyikan keimanannya, mengucapkan pernyataan ini untuk melawan Fir’aun. Dia berkata “Apakah kau akan membunuh Musa Alaihis Salam hanya karena ia berkata ‘Aku beriman kepada Allah yang satu?’ ”
Abu Bakar Ash-Siddiq rahdiallahu anhu mengucapkan hal yang sama kepada Uqbah. Apakah kau akan membunuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hanya karena dia berkata “Aku beriman kepada Allah yang satu?”
Musuh-musuh Islam hari ini pun sama, mereka tidak menginginkan muslim sejati  yang melaksanakan konsekuensi kalimat tauhid hidup di muka bumi ini. Musuh-musuh Islam tidak keberatan kalau muslim hari ini mengucapkan Rabbku adalah Allah sebatas ucapan lisan. Makar dari musuh Islam nyata dan kita rasakan di zaman sekarang ini. 
Semoga Allah menjadikan kami sebagai orang yang tidak mengikuti arus dan skenario musuh-musuh Islam. Semoga kaum muslimin sadar dan waspada sehingga tidak mudah diadu domba oleh musuh. Semoga Allah selalu membimbing kita dan memperlihatkan kepada kita siapa musuh-musuh kita sebenarnya dan siapa saudara-saudara dan sahabat-sahabat kita sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *